BERITA UTAMA

TEKNISI

29, April 2016

Usai YTA Race – Teknisi Yamaha Racing Makin Percaya Diri...

Jakarta – Rangkaian edukasi Yamaha Technical Academy Race (YTA Race)  yang diselenggarakan oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) selama 3 hari menuai hasil positif dari Teknisi Yamaha Racing Team. Para teknisi merasakan pelatihan kali ini lebih detail dalam membahas engine R25.

Tak hanya pengetahuan tentang engine saja tetapi YTA Race kali ini Yamaha juga memberikan edukasi mengenai kepribadian untuk menjadi race engineer yang handal. “Untuk menjadi racing engineer setiap teknisi harus Jujur, berpikiran terbuka, tekun, giat, pantang menyerah, dan inisiatif”, Kata Wahyu Rusmayadi Koordinator YTA Race PT. YIMM.

Selama YTA Race yang diselengarakan pada tanggal 26-28 april lalu, mulai dari periodic maintenance, bongkar pasang engine, dan modifikasi engine, secara tidak langsung semua teknisi diberikan budaya baru untuk lebih teliti dalam bekerja, selalu mengukur [untuk mengumpulkan data], bekerja harus berpikir sistematis.

YTA race yang di selengarakan Yamaha membuat saya semakin percaya diri, disini saya belajar dan mengetahui bagaimana prosedur dan mekanisme yang benar. Selama ini tidak mengetahui prosedur yang baik dan benar seperti apa. Harapan saya,  ilmu yang saya dapat ini bisa berguna untuk kemajuan team, dimana team kami di tahun ini mengikuti balap di ARRC AP250 & Sunday Race,” tutur Anggi, teknisi dari DS Moto.

Di akhir perlatihan Wahyu Rusmayadi memberikan pesan “Di YTA Race ini kita bukan cari yang benar dan salah, tapi bagaimana menyamakan persepsi tentang prosedur yang baik seperti apa. Selama ini ternyata teknisi belum tahu prosedur yang baik seperti apa. Oleh sebab itu sebelum pelatihan saya berpesan pikirannya harus dibuka dahulu supaya bisa banyak dapat informasi”.

“Saya berharap ilmu yang didapat bisa di aplikasikan di masing-masing team. Kami juga akan terus monitor dan memantau perkembangan teknisi yang telah kami didik,” kata Supriyanto, Manajer Motor Sport PT YIMM.

Ia juga mengatakan kepercayaan yang telah diberikan oleh Yamaha jangan disalahgunakan. Ia berpesan agar loyalitas kepada Yamaha harus terus ditanamkan untuk bisa menjadi yang terdepan disegala ajang kejuaraan balap.

“Karena pada dasarnya rider dan teknisi sangat berbeda. Rider punya keterbatasan di usia produktif. Tetapi teknisi, akan terus berkontribusi sampai mati,” tutup Supriyanto.

BERITA TERBARU

EVENTS

15, July 2019

Sukses Diramaikan Ribuan Penonton, Tim Yamaha Suhandi Padang 88 Borong Podium Juara Expert dan Novice...

EVENTS

13, July 2019

Animo Spesial 158 Starter, Coaching Clinic oleh Juara Nasional Sumatera Renggi Lukmana...

EVENTS

10, July 2019

Obat Kerinduan Karena Terakhir Hadir 2014, Tersaji 11 Kelas dan Manjakan Penggema...

NEWS

08, July 2019

Crash Saat Perebutan Posisi 1-2, Galang Hendra Posisi ke-9 Klasemen Sementara...

Page Top